Postingan

BORNEO

Gambar
Tanah tengah Nusantara Pulau terbesar membentang Bumi Borneo namanya Maha luas nan lebat hijau hutannya Panjang berliku seribu sungai Membelah belantara rimba raya Hidupkan sejagat sawit nan mahal Pula karet dan langkanya walet Daku terpesona Daku terpana Pada pandangan pertama Pada tanggal dua Oktober tujuhbelas Hutan dan sungai Sawit dan karet Tambang dan walet Daku telah melihatnya Tuan puan pribumi Darah Dayak separuh Melayu Memang benar aduhai jelita lagi menawan rupa Daku telah bersua Daku... Si Perantau dari jauh Negeri terselatan Nusantara Daku... Si pendatang sebab skenario-Nya Dengan niat ikhlas ingin berlama Daku... Si Guru baru datang Telah merapal tekad takkan mengeluh apalagi menyerah Daku... Si pejuang pelosok Semoga berkenan padamu Borneo *** EDOT SEKUCING LABAI BALAI BERKUAK KETAPANG PONTIANAK KALIMANTAN BARAT NUSANTARA SABTU, 14 OKTOBER 2017

Terbang

Gambar
Selamat pagi 01 Oktober Embun pagi menyapa Sembari menanti datang sang surya Raga telah siaga Meski sedikit telat Langkah bergerak Tinggalkan rumah Tempat ternyaman Pula Sanak serta Sahabat tercinta Menemui semesta Selamat tinggal zona nyaman Mewujudkan mimpi Mari menuju zona tantang Menunai kewajiban Ayo semangat Menghirup segarnya mentari pagi Kupang Terbang Surabaya berawan mendung menyapa Terbang Pontianak pijakan pertama dalam kisah disambut rinai hujan Terbang Terima kasih Pemilik hidup Telah tibakan dengan selamat Halo Ketapang Ini Aku datang! *** 01 Oktober 2017 Selamat menjadi #OrangPelosok

S a h a b a t (OC)

Gambar
Tak pernah duga Akan bersua Tak pernah kira Akan bersama Pun tak pernah sangka Akan menjadi sebuah kisah Seketika menggeliat Angan mengenang Akan kisah nan klasik Tentang bersua sang karib Pada musim mentari berkuasa Puas pamerkan kuasa Dari atap langit benderang Biru tapi menyengat Takdir bekerja Di Kampus Kuning Mempersuakan sekian pasang langkah Dari raga nan semangat membara mengejar asa Memperjuangkan mimpi demi sanak Secuil ingin balas budi Selebih hendak gapai cita Bertebaran sumringah Awalnya Kemudian canda Jadi dekat Mulai berkisah Lalu berteman Masih di langkah yang sama Menatap jalan yang sama Berpikir serupa sama Pun merasa gelora yang sama Satu langkah satu rasa Satu pikir satu cita Mesti berhasil genggam gelar Banggakan wajah Ayah Bunda Memang Tentang cita Tetap sepikir sekata selangkah Tapi tentang yang lainnya hampir selalu tak sama Beda pendapat dan gagas Tak sama kata Justru Jadi serupa warna Pelengkap rasa Penyatu kebersama...

S A B A R

Gambar
Kian meninggi asa ini Selayang pandang tumpah rua isi sabar Semakin menjulang rasa tak patah harap ini Serupa batin meneguh tegak-kan lara letih menanti Selalu tiap detik Kala dongeng para penunggu menggema Kembali berbasa basi Sekedar melipur lebur segala lelah katanya Lalu terbahak bersama rekan Bersama lenyapnya senja sendu Atau senja jingga Mengantar cerita itu kepada pena Yang masih tetap setia menoreh baris kertas Angka bergulir Bulan berganti Lagi dan lagi Tapi setia ini utuh Mimpi ini tetap menemani pagi Asa ini selalu meninggi menjulangi langit Tak patah semangat ini menanti Menanti menanti menanti Dan terus menanti Bisik suara hati lenyapkan segala pikiran negatif Logika abaikan setiap 'kapan', 'belum jalan' 'dapat dimana' Dan... Entah berapa kata dan kalimat penuh tanya sinis dari sekeliling Mengoyak sabarmu "Peduli amat! Masa bodoh" Kata hatimu Sembari menegakan kepala berlalu Selalu seperti itu! Hari berlalu ...

Indah Pada Waktu-Nya

Gambar
Sumringah rupa Tak kalah riang rasa Semangat jiwa Tak jua cukup kata Syukur berlimpah membana Tinggi melambung ke tangga Surga Isyarat apakah gerangan? Kembali mengenang alkisah lama Bertekun niat membaca abjad Berlatih ulet mencoret bilangan Belajar hingga larut tak lagi sadar Demi apa? September terpahat tanggal keramat Siap menguji hasil belajar Alhasil meski fakta tak seindah angan Namun satu detak terlewati Syukur tetap khusyuk Siap kah menunggu? Detak menanti di mulai Sepekan empat pekan delapan pekan terlewati Hadiahi surat cinta kakanda Hendak mengajak adinda terbang ke ibukota Jelas tak karuan rona sumringah lukisi wajah Seindah ini kah menanti? Seusai ke ibukota Melatih terampil demi perkuat niat menjadi Abdi Pertiwi, Adinda ke desa Kabari sanak Bahwasanya hendak merantau lagi Hendak kemana lagi adinda? Dua puluh tiga pekan pertama 20 satu tujuh Terlewati dalam senyap yang bermakna Gelorah Me-AN terealisasi Pun juga ...

Sabar Semesta

Gambar
Langit biru atap semesta Mentari siang melulu terik Meski gersang gemulai rerumputan tampak nyata Menemani kerontang tanah terbelah Menanti siraman dari langit Sekedar tak kusam kering pemandangan Tak jua ia teteskan. Masih musim tanpa embun penyejuk Masih musim tanpa kilatan  Masih enggan basahi dahaga kerongkongan bumi Masih tak jua hendak pergi panas menyengat. Tunggu lah Menanti lah  Wahai engkau penghuni semesta Tunggulah menantilah dengan sabar Di Penghujung semi sana Butiran tak terbendung telah menanti Ingin memeluk akar dan bebatuan Menyatu Lalu Bersemai bersama Menciptakan lembab tanah Dingin hawa juga hijau dedaunan.   Dan kemudian lenyaplah risau mu. Hilang Tergantikan Syukur dari relung Tertuju pada Sang Empunya Semesta raya :) (Minggu, 18 Juni 2017) @ineebertha

Sajak Hati

Adalah ikhlas Adalah tulus Adalah sadar Adalah syukur Semata rahasia tenang ini Damai ini Khusuk ini Pun diam ini Petuah hati Pencetus pikir Peluruh dengki Berbuah jiwa tak kikir Semata sedang belajar Hendak memperbaiki diri Sebab kelam kisah terdahulu Enggan ingat lekas tinggalkan Engkau permata Turunan langit Tentu bermakna bagi jiwa Engkau mungkin bukan dunia bagi semua Tapi tentu engkau dunia bagi seorang Maka bemunajatlah Semoga Langit memberkahi Maka bersimpuhlah Semoga Semesta merestui Maka belajarlah Semoga bijak menghadiahi @ineebertha